Adit dan Deytri

Hari pertama lebaran, saya dan Deytri ke rumah almarhum Adit. Bertemu ibu dan adik-adiknya, Yuke dan Yeye.

Di sana ternyata banyak anggota keluarga besar Adit yang lain. Karena banyak orang, teras rumah digelari karpet. Kursi-kursi dipasang di garasi. Meja tempat cemilan dan es buah ditaruh di taman kecil depan rumah.

Ibu menyambut kami dengan hangat. Memeluk Deytri erat. “Kok baru datang nak?” kata Ibu.

Sejak meninggalnya Adit, Agustus tahun lalu, kami memang tidak pernah ke sana lagi. Beberapa kali Deytri berencana menengok Ibu dan keluarga, namun selalu  ada halangannya.

Sudah lama Deytri menyiapkan kain untuk ibu. Tapi baru bisa kami bawa di hari lebaran kemarin.

Adit adalah sahabat Deytri. Erat sangat erat sehingga Deytri kerap menyebut Adit belahan jiwanya. Mereka bertemu pertamakali di Jogjakarta di tempat kursus Bahasa Inggris. Waktu itu, Deytri sedang kuliah di FISIP Universitas Gadjah Mada dan Adit di Akademi Komunikasi Indonesia.

Di Jogja, mereka membangun persahabatan. Deytri cerita banyak soal pengalaman-pengalamannya dengan Adit. Sebagian bahkan konyol. Misalnya Adit pernah tidak bisa tidur karena tidak ada kipas angin, dan dia baru merasa nyaman  tidur kalau ada suara angin. Deytri rela menirukan suara kipas angin sampai Adit tertidur. Hahaha…

Deytri juga kemudian akrab dengan keluarga Adit. Akrab dengan bude yang menjadi induk semang Adit di Jogja, juga akrab dengan keluargaAdit di Bekasi.

Setelah Deytri dan saya pacaran, saya dikenalkan juga dengan Adit. Saya rada bingung awalnya, bagaimana Deytri dan Adit bisa sangat dekat. Keduanya menurut saya sangat berbeda. Adit tampak sophisticated, cewe yang selalu aware untuk dandan, hobinya main di mall, sedangkan Deytri pacar saya sama sekali bukan tipe yang seperti itu.

Tapi Adit memang orang yang sangat perhatian dan perduli pada Deytri. Tidak bisa saya lupakan banyaknya bantuan Adit menyiapkan acara perkawinan kami. Dia membantu mengorganisir persiapan, mengingatkan apa saja yang harus dipenuhi. Tidak salah memang jika Deytri biasa menyebut Adit sebagai “manager”nya.

Tampaknya juga cuma Adit yang tahu macam-macam soal Deytri. Saya biasanya kurang suka kalau Deytri dipolesi bedak atau make-up. Saya leblog aditbih senang, Deytri yang tanpa make-up dan justru tampak lebih bersinar.hehe.Tapi kalau Adit yang memoles wajah Deytri, saya senang lihat hasilnya. Make-up Adit kepada deytri menurut saya selalu berhasil.

Adit menemani Deytri di hari tunangan kami. Mendadani Deytri. Saya ingat hari itu Adit menelepon saya dan menanyakan apa yang saya kenakan, agar pas juga dengan yang dikenakan Deytri.

Adit yang menemani kami, saat foto pre weding. Foto pre-weding kami itu sangat sederhana. Adit yang mendadani Deytri, Fotografer SH Muniroh yang mengambil gambarnya dan menolak menerima pemberian apapun sebagai ungkapan terimakasih kami.

Di hari pernikahan, Adit hadir  pagi-pagi di gereja tempat pemberkatan kami. Dia memoles altar pernikahan sehingga lebih manis. Dia yang berinisiatif meletakan hiasan sangkar burung di sana. Seluruh anggota keluarganya, Ibu, Yuke dan Yeye hadir di resepsi. Kebaya yang dipakai Deytri di hari pernikahan dibuat budenya Adit di Jogja. Sebab, kata Deytri “Cuma bude yang bisa membuat kebaya yang pas untuk aku”

Beberapa bulan kemudian giliran Adit yang bakal melangsungkan pernikahan. Adit berpacaran dengan Eki. Pertama saya lihat Eki, saya langsung kagum. Bahkan menurut saya yang laki-laki, Eki itu ganteng. Gagah, posturnya atletis. Orangnya kalem dan ramah.

Saya juga kagum dengar cerita Deytri soal bagaimana Eki berjuang untuk Adit. Bagaimana dia berusaha meyakinkan hati Adit.

Sayang mereka tidak pernah sampai ke pelaminan impian itu. Beberapa bulan setelah bertunangan, kabar buruk datang. Deytri sedang liburan ke Medan dan saya tugas di Kalimantan ketika menerima berita, Adit meninggal dunia, pada dini hari 17 Agustus 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s