Sitting Day dan Menteri yang Tak Punya Meja

“Stop Lying!” PM Australia Tony Abbot mengatakannya dengan nada tinggi ke arah pihak oposisi di parlemen. Sorakan “huuu” terdengar dari barisan kursi anggota oposisi yang mungkin terperanjat dengan kata-kata Abbot tersebut.

Sidang House of Representatives, Rabu 13 Mei 2015, itu memang berlangsung panas. Pemerintah Australia baru saja mengumukan Anggaran 2015 pada Senin malam, 12 Mei 2015

Pengumuman itu jadi isue kontroversial dan perhatian luas publik Australia. Dalam bahasa populer pengumuman itu disebut “Budget Night 2015”.

Saya beruntung bisa menyakiskan jalannya sidang tersebut. Melihat langsung bagaimana Abbot dan kabinetnya saling berbantah, adu argumen,saling mencecar dengan pihak oposisi. “Anda datang di waktu yang tepat,” kata Juru Bicara Australian Electoral Commission (lembaga penyelenggara pemilu Australia) Phil Diak.

Saya tidak terlalu menangkap isi rapat tersebut. Sebab selain tidak menguasai betul bahasa Inggris, saya juga tidak paham isue yang mereka perdebatkan. Namun, ada beberapa catatan menarik selama kunjungan saya ke gedung Parlemen Australia tersebut. Misalnya, pada hari kunjungan saya tersebut, parlemen Australia sedang “Sitting Day”. Yang dimaksud dengan Sitting Day adalah hari dimana anggota parlemen mereka baik House Of Representative maupun Senat, harus hadir di gedung parlemen untuk mengambil keputusan. Mereka diperbolehkan pulang, hanya jika sudah mengambil keputusan.

Sitting day sudah terlebih dahulu dijadwakan, dan harus dipatuhi. Meski demikian, tidak ada sanksi jika ada anggota yang sengaja tidak hadir.

Menteri Tak Punya Meja

Saya juga melihat sebuah rapat parlemen yang mungkin agak tidak lazim jika dalam konteks Indonesia. Pertama yang menonjol, setiap anggota parlemen dalam sesi tanya jawab, dibatasi dengan waktu. Baik itu pertanyaan, maupun jawaban, hanya boleh 60 detik. Hanya perdana menteri yang punya waktu berbicara lebih lama. Untuk setiap sesi rapat ada batasan waktu berbicara.

Ada monitor waktu yang disediakan dalam ruangan sebagai pengingat waktu berbicara. Saya melihat jadi mirip kuis di mana seseorang harus menjawab sebuah pertanyaan dalam waktu yang disediakan.
Pembatasan ini mungkin yang membuat sidang itu jadi tampak dinamis. Diskusi berjalan dengan sangat cepat. Saling bergantian, pihak oposisi dan koalisi. “Hampir setiap sidang memang seperti ini” kata Phil Diak.

Brian Leadbetler seorang pemandu di Museum Demokrasi Australia menyatakan pembatasan waktu itu diberikan, karena dulu pernah ada kejadian seorang politisi berbicara dari pukul 10 malam sampai jam 5 pagi. (hahahaha). Dari situlah rupanya, karena kapok, kemudian house of representative mengeluarkan kebijakan pembatasan waktu berbicara tersebut.

Saya langsung teringat sidang parlemen kita. Kebanyakan politisi kita, menyampaikan salam dan pengantarnya saja pasti lebih dari satu menit. Kadang-kadang bisa 15 sampai 20 menit seorang politisi berbicara, dan tidak ada yang menghentikan.

Hal lain yang mencuri perhatian saya adalah, tidak adanya meja untuk para menteri kabinet yang mengikuti rapat. Dalam formasi tempat duduk ruang rapat yang membentuk huruf U, para menteri duduk di barisan depan. Tidak ada meja untuk mereka. Jadi saya lihat bagaimana para menteri duduk berderet satu bangku, dan mereka terpaksa memangku kertas atau bahan-bahan rapat yang mereka bawa. Saya juga lihat para menteri selama rapat meletakan minuman dan makanan di lantai, di bawah bangku.

Tentu ini hal yang agak unik bagi saya yang sudah terbiasa melihat bagaimana mewahnya pelayanan terhadap pejabat-pejabat kita.

Tapi sekali lagi, tulisan ini bukan untuk membanding-bandingkan pemerintahan Australia dengan Indonesia. Saya sadar, ada perbedaan – perbedaan mendasar, yang membuat cara-cara unik yang saya temukan di Australia itu, bisa jadi tidak tepat untuk Indonesia. Sistem pemerintahan mereka yang parlementer dan kita yang presidensial saja pasti membuat perbedaan-perbedaan kebiasaan dan tata cara sidang pemerintahan.

Untuk masuk ruang sidang House Of Representatives harus pake undangan ini
Untuk masuk ruang sidang House Of Representatives harus pake undangan ini

ausie 1 ausie 3 ausie 2 ausie 5.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s