Sesumbar Kampanye Jokowi – Ahok

Saya tidak punya bukti rekamannya. Tapi saya ingat betul dalam sebuah kesempatan bertemu, April 2012 lalu, calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama menyatakan tidak akan berkampanye dengan beriklan di televisi. Dia juga bilang, tidak akan mengotori Jakarta dengan spanduk atau baliho kampanye.

Waktu itu, bekas anggota DPR yang akrab disapa Ahok ini  yakin Jakarta bisa ditaklukannya dengan metode kampanye tersendiri. Misalnya dengan..”Membagikan stiker tapi saya suruh tempel di dalam rumah, bukan di luar rumah,” kata Ahok, yang mengaku kampanye cara ini turut mengantarnya meraih kursi Bupati Belitong Timur beberapa tahun silam.

Nah, ketika Sabtu lalu  menonton tayangan Indonesian Idol di RCTI saya jadi ingat lagi perkataan Ahok itu. Betapa berbedanya dengan kenyataan saat ini, ketika hari-hari pemungutan suara semakin dekat.

Hampir di setiap jeda Indonesian Idol, pasti muncul tayangan iklan kampanye Jokowi-Ahok. Pertama, kalau tak salah ingat yang dibintangi  Prabowo Subianto, dan yang kedua oleh salah seorang pedagang pasar yang mengatasnamakan asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia.

Soal spanduk juga tidak sesuai dengan perkataan Ahok. Di mulut gang ke arah kontrakan saya di daerah Utan Kayu, Jakarta Timur setidaknya sudah ada dua buah spanduk kampanye Jokowi-Ahok terbentang. Ada gambar mereka berdua di situ. Belum lagi stiker-stiker yang ditempel di tembok.

Melalui blackberry massengger saya coba tanyakan langsung hal ini ke Ahok. Dia bilang, masyarakat memang sudah mengenal mereka tapi masih dangkal.  Soal spanduk, relawan yang mengusulkan dan dengan biaya sendiri. Awalnya pasangan ini sempat keberatan, tetapi akhirnya  tetap disetujui asal tempatnya di kampung-kampung. Bukan dijalan-jalan umum karena bisa merusak pemandangan.

Saya berpikir  mungkin dulu Jokowi-Ahok terlampau percaya diri bakal menaklukan Jakarta sehingga merasa tidak perlu berkampanye di televisi atau menyebar spanduk. Barangkali, mereka merasa Jakarta seperti Solo atau Belitong Timur yang bisa dimenangi dengan biaya irit.

Namun mungkin seiring waktu berjalan, pasangan ini sadar, ternyata reputasi mereka tidak terlalu dikenal sebagian besar masyarakat Jakarta. Memperkenalkan dengan ciri khas kemeja kotak-kotak saja tidak cukup.

Faisal Basrie dan Bim Benyamin sudah beriklan dengan gaya meyakinkan. Foke juga secara samar-samar sudah merambah sampai gedung bioskop dan LCD di tempat-tempat strategis Jakarta. Alex Noerdin- Nono Sampono sudah pasang iklan di koran-koran. Stiker dan spanduk Hidayat Nuwahid- Didik Sarbini juga sudah menyebar di seluruh kota.  Mungkin hanya pasangan Hendarji  Supandji –  Riza Patria saja yang saya lihat kurang terlalu masif berkampanye dibanding pasangan lainnya. Barangkali sebagai calon independen, mereka tidak terlalu tangguh menghimpun dana kampanye.

Melihat calon lainnya, lebih garang dalam berkampanye, Jokowi-Ahok dan tim kampanyenya mungkin ciut juga. Jadi terpaksa mengingkari janji  tidak beriklan di televisi dan tidak menyebar spanduk.

Jualan kaos tidak menghasilkan greget. Secara umum masyarakat Jakarta, tidak aware dengan apa yang diharapkan pasangan ini agar masyarakat memakai baju kotak-kotak di hari-hari tertentu. Jalan-jalan di bus atau pasar juga tidak cukup untuk menjangkau seluruh rakyat ibukota.

Saya tidak melihat kampanye “berbeda” pasangan ini, seperti yang pernah saya dengar dari Ahok. Saya lihat mereka kehilangan kepercayaan diri, dan akhirnya ikut-ikutan metode kampanye yang standar, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk beriklan di televisi dan menyebar spanduk dan poster di sana-sini.

Pasangan ini harus diakui  punya reputasi positif. Saya pernah baca pemberitaan yang menyebutkan Jokowi nominasi walikota terbaik dunia. Ahok juga sempat menjadi fenomena politik sendiri. Dia keturunan Cina, Kristen, tetapi mampu mememenangi pilkada di daerah yang mayoritas muslim. Katanya, kemenangan itu diraih dengan murni tanpa politik uang.

Karena itu ekspektasi saya sebenarnya mereka bisa memberi warna berbeda pada Pilkada Jakarta ini. Tetapi, sampai saat ini saya belum melihat pasangan ini lebih istimewa dari yang lain. (Vd)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s