Interisti

Interisti!

Saya bukan interisti, julukan bagi pendukung klub sepakbola Inter Milan asal Italia. Sebaliknya saya penggemar berat AC Milan, rival sekota dan musuh bebuyutan.

Tetapi ketika mendengar juara 18 kali Liga Italia itu mengadakan tour ke Indonesia, saya ikut senang juga. Setidaknya ada tontonan, bekas juara Liga Champion Eropa 2010 itu, melawan timnas kita.

Apalagi Inter Milan membawa pemain-pemain hebatnya. Yang skill bolanya selama ini hanya kita lihat di televisi. Sebut saja Javier Zanetti, kapten tim yang sudah jadi legenda hidup buat pendukung klub itu, Diego Milito, Esteban Cambiaso, Douglas Maicon dan masih banyak lagi. Saya pun meniatkan diri untuk melihat langsung aksi mereka.

Maka Sabtu (26/5) lalu, saya datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saya dan beberapa teman membeli tiket di calo. Biasanya tiket dari calo lebih mahal. Tapi hari itu justru lebih murah. Untuk tiket kelas 1 yang harganya Rp 500 ribu, kami beli hanya Rp 150 ribu.

Yang langsung menarik perhatian saya ialah para penonton. Antusiasme interisti Indonesia. Jumlahnya ribuan datang mengenakan pernak-pernik klub kesayangannya itu.

Di dalam stadion, ada dua tempat konsentrasi pendukung Inter. Kelompok besar suporter Inter di tribun utara Inter Club Indonesia jumlahnya lebih banyak. Sementara di tribun selatan menamakan diri Indonesia Nerazurra lebih sedikit tapi tampak lebih militan dengan selalu bernyanyi dan meneriakan yel-yel nyaris tanpa putus sepanjang pertandingan.

Dari spanduk yang dibentangkan sekeliling stadion, ternyata pendukung Inter yang ke stadion utama bukan hanya dari Jakarta, tetapi juga dari kota-kota lain di seluruh pelosok negeri. Ada Interisti Tenggarong, Kalimantan Timur, Interisti Wamena, Interisti Tasikmalaya, Interisti Kediri dan macam-macam lagi. Dahsyat betul fanatisme itu. Bahkan aneh. Mereka rela datang begitu jauh dari pelosok dengan ongkos yang pasti tidak murah, untuk menyambut klub asal kota yang jauhnya puluhan ribuan kilometer, yang punya tradisi dan kultur yang asing. Apa yang mengikat mereka begitu erat?

Saya juga membayangkan, Zanetti, Cordoba, Cambiasso dan yang lain itu pasti tak menyangka punya fans yang begitu fanatik di kota Jakarta ini, di Indonesia yang disebut Justin Bieber sebagai “some random country” (ungkapan mengejek sebenarnya). Penonton itu bukan hanya datang ke stadion lalu menonton dan bertepuk tangan, tetapi dengan antusias dan kompak menyanyikan lagu-lagu berbahasa Italia khas pendukung Inter. Teriakan “Inter…Inter..Inter” juga bergema terus.

Mereka juga dengan kompak dan bergemuruh memanggil nama-nama nama-nama pemain top Inter yang ada di lapangan. Jika si pemain mengangkat tangan, mereka akan bersorak-sorak senang..

Usai pertandingan, suasana justru lebih meriah. Sejumlah pemain, seperti sang kapten Javier Zanetti berjalan ke arah tribun penonton, dan disambut gegap gempita. Teriakan riuh. Begitu juga ketika sang pelatih Andrea Stramaccioni berkeliling, disambut hangat oleh ribuan interisti. Saya juga termasuk orang yang melambaikan tangan ke arah pelatih inter itu.

Dari info yang saya dengar Indonesia adalah basis terbesar pendukung Inter Milan di Asia. Konon ada 15 juta interisti di sini. Tetapi saya percaya penggemar AC Milan seperti saya, masih lebih banyak. GBK bakal lebih riuh jika klub pemegang 7 kali juara Champion Eropa itu yang datang.

Tetapi apapun itu, antusiasme masyarakat Indonesia sama sepakbola memang dahsyat. Legenda Brazil Edson Arantes de Nasciramento alias Pele menyebut kegilaan masyarakat Indonesia kepada sepakbola hampir sama dengan masyarakat Brazil sendiri.

Pertanyaannya, kenapa Indonesia tidak bisa berprestasi seperti Brazil ya? Atau minimal, mengapa menjadikan sepakbola sebagai industri yang sehat dan profesional saja kok nggak nyampe-nyampe ya? Padahal hampir setiap rumah di Indonesia pasti punya penggemar bolanya. Mhmmm. (Vd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s