Tes Air untuk Ani Yudhoyono

“Saya bukan capres 2014. Istri dan anak-anak saya juga tidak akan mencalonkan diri menjadi calon presiden 2014”

Demikian pernah dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah pidatonya medio 2011 lalu. Saat itu memang sempat beredar isu  Ibu Negara Kristiani Herawati  atau biasa disebut Ani Yudhoyono bakal dicalonkan menjadi pengganti suaminya di pemilu presiden mendatang.

Pernyataan tegas Presiden SBY itu, perlahan-lahan menyurutkan isue pencapresan Ani. Tidak banyak lagi pembicaraan soal itu.

Namun, setelah hampir setahun, baru-baru ini, isu soal pencapresan Ani Yudhoyono kembali marak. Sejumlah politisi Partai Demokrat, angkat bicara soal sangat pantasnya Ani maju menjadi calon presiden.

Kepala Departemen Kominfo Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan kemungkinan kader partai yang akan mendukung Ani, mencapai 99 persen. Artinya, PD solid. Hanya yang punya ambisi sendiri jadi capres, menurut Ruhut, yang tidak mendukung Ibu Negara.

Ada sejumlah alasan, kata Ruhut, yang menyebabkan Ani pantas maju di Pilpres. Dia menyebutkan, Ani  punya banyak pengalaman dalam memimpin organisasi. “Bu Ani pendamping Pak SBY dari Akmil, dari prajurit, perwira, menteri Polhukam dan sekarang presiden. Beliau pendampingnya. Waktu Pak SBY di militer, Bu Ani memimpin ibu-ibu Persit, belum lagi Dharma Wanita, banyak organisasi yang dia pimpin,” ungkap anggota Komisi III DPR ini.

Selain itu Ani juga mendapat banyak keteladanan kepemimpinan dari suami dan ayahnya. Sperti diketahui, Ani ialah putri sulung mantan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo. Seorang jenderal yang banyak berperan dalam penumpasan gerakan komunis di Indonesia.

Petinggi PD lainnya Andi Nurpati menyebutkan Ani Yudhoyono merupakan sosok yang populer. Popularitasnya itu merupakan modal dan alasan yang kuat bagi partai untuk mengusungnya. “Nama beliau sangat terkenal di masayarakat,” ungkapnya.

Ani Yudhoyono sendiri tidak mengeluarkan pernyataan jelas soal wacana pencapresan dirinya. Meski suaminya, pernah menyatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang bakal maju jadi capres, tapi Ani tidak tegas mengatakan, tidak akan maju.

Kepada wartawan, wanita kelahiran Jogjakarta 5 Juni 1952 ini sama sekali tidak mau berkomentar. “No Comment” saat dikonfirmasi, Selasa (22/5).

Pemilu Presiden 2014 memang masih panjang dalam hitungan waktu. Tetapi persiapan partai politik untuk meraih kekuasaan tertinggi itu tentu sudah dimulai. Bahkan Partai Golongan Karya, jauh-jauh hari sudah yakin betul bakal menggiring ketua umumnya Aburizal Bakrie ke kursi RI 1. Persiapan juga dilakukan sejumlah partai-partai lain, yang paling kentara bisa terlihat dari iklan-iklan berisi pesan kebangsaan, kesejahteraan dari tokoh-tokoh sentral partai.

Secara formal, PD memang belum memutuskan calon presidennya. Tetapi upaya memunculkan nama tersebut sudah dimulai melalui para politisinya. Dalam politik, lazim dikenal istilah “test the water”. Itu adalah kegiatan menguji reaksi publik atas suatu wacana. Jika tanggapan masyarakat bagus, maka wacana itu bisa dilanjutkan.
Sangat mungkin, apa yang diusulkan Ruhut dan politisi Demokrat lainnya soal Ani Yudhoyono sekadar “test the water”. Mempersiapkan Ani Yudhoyhono dalam wacana.

Setelah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum terganjal masalah hukum, PD hampir dibilang tidak punya sosok kader yang bisa dicuatkan namanya atau yang popularitasnya mendekati SBY.Salahsatu nama populer tentu Ani Yudhoyono, tetapi Presiden SBY sudah terlanjur menyatakan tidak akan ada keluarganya, baik istri ataupun anaknya yang mencalonkan diri di 2014.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengklarifikasi bahwa usulan pencapresan Ani Yudhoyono sama sekali bukan berasal dari keluarga presiden. Memang, kata Julian, Presiden dan istri sudah menerima kabar tersebut. Bahwa ada usulan dari masyarakat yang menggangap Ani Yudhoyono pantas maju di 2014. Tetapi sama sekali SBY dan istri tidak memberikan tanggapan apapun atas usul itu.

Politik memang bukan ilmu pasti. Segala kemungkinan selalu tersedia. Bahasa politik pun, tidfak pernah kaku. Malah banyak sayap-sayapnya. Presiden SBY memang sudah jelas menyatakan istrinya tidak akan mencalonkan diri. Tetapi bila “dicalonkan” atau “diinginkan” atas nama masyarakat, mungkin beda lagi soalnya. Kita tunggu saja manufernya. (vd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s