Nonton Bareng

Nanti,  malam penentuan. Pecinta bola sejagad raya bakal nongkrong di
depan tv atau layar lebar di mana saja untuk nyaksiin final liga
champion 2012. Chelsea vs Bayern Munchen.

Rasanya sayang kalau  momen  ini dilewatkan dengan nonton sendirian di
rumah. Nggak seru, garing, hambar. . Kalau nonton bareng, auranya tuh
beda dengan nonton sendiri. Momen-momen waktu berteriak “Gol” serentak
dan bersama-sama, nikmaaat banget. Begitu juga ketika semua nafas
tertahan, ketika sebuah peluang gagal jadi skor. Hufff.

Makanya banyak football lovers jauh-jauh hari sudah merencanakan
acara nonton bareng. Saya bukan  termasuk salahsatunya. Saya penggemar
sepakbola, tetapi tidak terampil merencanakan nonton bareng.

Sebenarnya seorang teman meminta saya bisa mengorganisir acara nobar
dengan beberapa teman dekat, di lokasi wisata, Taman Bunga Mekar Sari
Cibubur. Di sana, ada area rumah pohon yang biasa dipakai menginap
keluarga. Sudah sekitar dua bulan lalu, teman itu mengingatkan saya
untuk menghubungi pihak Mekar Sari dan menghitung rincian biaya.

Teman tadi  membayangkan bakal seru nonton di sana. Pertama jauh dari
keramaian, sehingga enak buat istirahat juga. Alamnya masih kebun dan
baik buat kesehatan. Kesunyiannya itu juga pas untuk sesi-sesi curhat
colongan.hehehe

Tetapi saya memang bukan organisatoris yang baik. Saya selalu lupa
menghubungi Mekar Sari, tenggelam dalam rutinitas kerjaan. Motifasi
saya juga tidak terlalu teguh untuk bikin nonton bareng di sana.
Memang sepertinya bakal asik. Tetapi membayangkan  kerepotan-kerepotan
harus menginap, pertimbangan jarak yang jauh di luar kota,  mengatur
biaya dan patungan, serta  mengorganisir teman-teman yang bisa jadi
niat, bisa jadi tidak, membuat saya jengah. Akhirnya, menjelang hari
H, saya jadi tidak punya satu pun rencana nonton bareng.

Pengen saya sih, jalan bareng temen-temen nonton di pusat-pusat
keramaian seperti Chilandak Town Square, atau La Piazza Kelapa Gading.
Tetapi di sana, enaknya memang cuma pas nontonnya doang. Melihat
antusiasme penggemar bola, selalu memukau saya. Tapi sekali lagi
membayangkan repotnya pergi ke sana, macet, dan bahkan belum tentu
dapat tempat, membuat saya juga males.

Saya pernah menonton final champion di Chitos, dan berengksek! penuh
banget. Saya sama sekali tidak dapat spot yang enak buat nonton. Harus
berdesak-desakan dan menjulurkan kepala untuk bisa menatap layar lebar
yang jaraknya jauh.  Sebentar-sebentar kaki dan kepalapun  harus
diistirahatkan dan terpaksa harus ketinggalan gambar.

Pengalaman nonton final Champion 2010 itu memang yang paling buruk.
Itu terjadi karena kelemahan dalam rencana. Waktu itu, saya sama
teman-teman spontan saja ingin nonton di Chitos.  Datang hanya sekitar
setengah jam sebelum kicn-off. Datang berombongan dengan dua mobil,
tanpa memperhitungkan keramaian yang bakal kami hadapi. Jalan di muka
Chitos ternyata ramai sekali. Macet total, parkiran penuh dan terpaksa
harus parkir di gang samping Chitos yang juga sudah padat. Ongkos
parkirnya, kalau tidak salah sampai Rp 10 ribu per kendaraan.

Suasana di dalam mall memang meriah. Orang lalu lalang, hilir mudik,
banyak yang mengenakan jersey Inter Milan klub yang bakal bertanding
lawan Bayer Muenchen dari Jerman. Kami ikut berkeliling mencari spot
enak buat nonton layar lebar. Tetapi ternyata di depan layar,
sepanjang mata memandang hanya lautan manusia. Situasi tidak
memungkinkan untuk menonton layar lebar. Akhirnya kami mencari kafe
yang menyediakan televisi di dalamnya. Sayangnya hampir semua kafe
atau resto juga penuh. Tapi kami menemukan sebuah kafe yang relatif
lengang. Ada televisi 21 ins di sana.  Sialnya, gambar di televisi
burem, kadang bergoyang-goyang. Momen-momen penting dalam pertandingan
jadi saya lewatkan. Saya terpaksa harus nyolong2  menjulurkan kepala
ke luar kafe untuk bisa menonton layar lebarnya.

Kalau mau dapat spot nonton enak, berarti kita harus datang dari awal
(bahkan sore hari, untuk bisa menonton pertandingan jam 2.30 pagi!)
mengantri, menjaga tempat kita itu terus menerus agar tidak ditempati
kelompok lain. Buat saya yang tidak sabaran ini, sungguh mual untuk
memikirkannya saja.

Sekarang saya juga masih tidak punya rencana. Beberapa ajakan masuk.
Ada yang lewat bbm juga lewat facebook. Saya sedang mempertimbangkan
mana yang paling seru.  Mudah-mudahan, biar tanpa rencana kali ini
bisa tetap menikmati. (vd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s