Daniel, PNS Yang Dijebak Karena Menolak Korupsi

Akhir Oktober lalu, sebuah pesan pendek masuk ke handphone saya. Pengirimnya Graal Taliawo, rekan diskusi di Perkantas. Isinya tampak seperti sms forward-an. Artinya pesan itu dikirim bukan spesifik untuk saya tetapi juga dikirimkan ke banyak orang.

Graal mengajak menjenguk Daniel Parulian, pegawai negeri di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) yang mendekam di penjara. Karena tidak mengenal Daniel, ajakan saya abaikan.

Beberapa hari kemudian, awal November, Graal kembali mengirim pesan singkat. Dia mengajak menghadiri persidangan Daniel Parulian yang bakal digelar hari ini Jumat (10/1). Sekali lagi saya tidak menanggapi ajakan itu.

Kemarin, entah kenapa saat sedang mengantar Deytri berbelanja di Mall Ambasador, saya jadi penasaran soal kasus Daniel. Saya kemudian mencari informasi soal kasus tersebut di internet. Saya juga, meminta Graal mengirim semacam rangkuman soal kasus itu, agar saya mudah mudah menangkap inti persoalannya.

Dari hasil googling, saya mendapat gambaran apa yang menimpa Daniel. Kira-kira seperti ini,

Di sebuah malam di Mei 2011, Daniel Parulian hendak bergegas pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Ketika sedang beres-beres, dia dipanggil seorang staf yang lebih senior. Staf tersebut menawarkan Daniel menggunakan mobil kantor untuk pulang. Kunci mobil diserahkan padanya.

Daniel pun pulang menggunakan mobil dinas tersebut. Namun di tengah jalan, tiba-tiba dia mendengar suara mobilnya digedor. Karena panik dan kaget, dia sempat menabrak sebuah mobil di depannya. Daniel pun turun untuk meminta maaf kepada pemilik mobil yang ditabraknya.

Namun tiba-tiba datang petugas satuan pengaman (satpam) Kemenko Kesra. Petugas itu langsung menuduh Daniel telah mencuri mobil dinas. Daniel digelandang ke kantor polisi sektor Gambir, Jakarta Pusat.

Di kantor polisi, Daniel mengaku mendapat perlakuan tidak manusiawi. Dirinya diintmidasi, dipukul dan didesak agar mengaku sebagai pencuri mobil. Bukan itu saja, alumnus Universitas Brawijaya Malang dengan predicat cum laude ini pun dipaksa mengaku mencuri uang sejumlah Rp 7 juta. Padahal uang itu adalah miliknya sendiri. “Di dalam kamar, saya disuruh mengaku mencuri uang. Padahal, uang yang saya pegang saat itu, Rp 7 juta adalah uang saya. Lalu mereka memukuli saya di muka berkali – kali hingga lebam membiru,” kata Daniel seperti dikutip detik.com Senin 3 Oktober 2011

Menurut Daniel, polisi menjanjikan akan melepaskannya, apabila dia memberikan uang sebesar Rp 500 juta. Daniel menolak, proses hukum pun berlanjut.

Dia menduga atasannya di Kementerian Kesejahteraan Sosial telah menjebaknya. Ini karena Daniel selalu menolak membuat laporan anggaran palsu mengenai perjalanan dinas di kementerian tersebut.

Menutup Muka

Itu cerita versi Daniel. Cerita dari satpam Kemenkesra beda lagi. Didik salah seorang satpam mengatakan saat keluar dari gerbang, supir mobil dinas menutup wajahnya dengan kain putih. Sang Supir langsung menginjak gas di gerbang kementerian.

Didik pun langsung mengejarnya. Di sekitar Gambir, Didik langsung menghentikan mobil tersebut. “Setelah wajahnya terlihat tak tahunya Daniel,” katanya.

Di persidangan, Didik menceritakan dengan yakin kesaksiannya tersebut. Bahkan dibenarkan oleh petugas satpam lainnya, Bagus

Cerita ini berlawanan dengan kisah Daniel. Menurutnya saat meninggalkan parkiran dia sempat melambaikan tangan kepada satpam.

Buat saya, kasus ini menarik didalami. Jika benar cerita Daniel, maka sungguh terkutuk siapapun yang merencanakan penjebakan. Sangat nista perbuatan aparat yang berandil dalam konspirasi ini. Apalagi itu dilakukan untuk menjebak seorang pegawai negeri jujur yang tidak mau menipu rakyat.

Saya berencana untuk lebih intens mengawal kasus ini. Ada potensi berita akan semakin membesar, terutama karena Daniel berencana membongkar praktek korupsi dana bencanaWasior hingga Rp 11 miliar.

One thought on “Daniel, PNS Yang Dijebak Karena Menolak Korupsi

  1. semoga kasus daniel ini bisa membawa kebaikan..daniel cepet bebas dan orang2 yang menjebak daniel mempertanggungjawabkan perbuatannya..aminnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s