Seribu Kesan Kepulauan Seribu (2)

Setelah makan siang, kami langsung melanjutkan ke acara utama hari itu. Snorkeling. Dengan sepeda sewaan Rp 10.000 per hari, kami kembali menuju pelabuhan. Singgah sebentar di rumah depan pelabuhan itu, untuk menyiapkan peralatan snorkeling. Alat-alat untuk snorkeling terdiri dari tiga, pertama pelampung, kemudian kacamata khusus yang berkait dengan alat pernapasan dan terakhir kaki katak.


Snorkeling
Rombongan Masih amatir tapi niat banget🙂

Dari pelabuhan Pulau Tidung, kami menyewa perahu nelayan. Ongkosnya Rp 300 ribu, untuk mengantar kami ke perairan yang bagus untuk melihat pemandangan bawah laut. Semakin siang, langit yang sebelumnya hujan, menjadi semakin cerah.


Perahu bergerak memutari Pulau Tidung Kecil. Perlu saya jelaskan Pulau Tidung Kecil letaknya berdampingan dengan Pulau Tidung. Mereka seperti pulau kembar. Hanya saja, yang satu ukurannya lebih kecil dan tidak ada penghuninya. Antara Tidung dan Tidung Kecil dihubungkan dengan jembatan kayu sepanjang hampir satu kilometer. Jembatan kayu inilah yang boleh dibilang menjadi daya tarik utama wisata Pulau Tidung. (setelah snorkeling, kita akan ke sana).


Sekitar satu jam, kami tiba di lokasi snorkeling yang pertama. Dari atas perahu aku dapat melihat tembus ke dasar. Dalamnya mungkin hanya tiga sampai lima meter. Area terumbu karang yang tampak cantik, berwarna-warni, aneka karang dan tumbuhan bawah laut. Melihat langsung ke bawah, kita seperti ada dalam sebuah akuarium besar, dengan berbagai ikan hias yang berenang bersama.


Ini pengalaman snorkeling pertamaku. Ternyata bersnorkeling ria itu lumayan sulit. Karena saat melihat ke bawah, kita harus menggunakan kacamata dan mengatur pernafasan lewat pipa yang dihubungkan ke mulut. Kadang-kadang, karena tidak kuat bernafas hanya melalui mulut, saya sering kelabakan dan terpaksa menegadah ke atas. Kalau sudah terbiasa, maka kita bisa terus menerus menikmati pemandangan dasar.


Snorkeling
Ternyata Snorkeling Tak Semudah Kelihatannya

Aku takjub dengan pemandangan di dasar. Sangking asyiknya , sampai tidak sadar sudah bergerak menjauhi perahu. Melihat-lihat tanaman dan ikan-ikan aneka warna, aku jadi teringat film Finding Nemo. Sayang, secara tak sengaja aku menginjak karang cantik selebar daun teratai. Maksud hati, aku ingin menghindar agar tidak menabraknya, eh malah terinjak dan karang itu pun patah. (Rasa bersalahnya sampai sekarang loh.hehe).


Acara snorkeling ku juga terganggu karena melihat jely fish alias ubur-ubur. Percis di depan mata. Hewan ini berbahaya. Sengatannya, konon, terasa sangat panas. Bahkan jika atrekena di bagian tubuh tertentu, dapat menyebabkan kematian. Karena berusaha menghindar sekuat tenaga, beberapa liter air laut sempat masuk ke mulut lewat pipa. Aku bahkan tersedak. Sekitar tiga puluh menit di laut, aku langsung naik ke kapal. Perut mual, dan kepala berkunang-kunang. Aku nyaris muntah.


Kami kemudian bergerak lagi ke lokasi snorkeling ke dua. Letaknya di sekitar Pulau Lancang. Kali ini, airnya kurang jernih. Aku sendiri sudah malas, karena teringat ubur-ubur. Namun teman-teman yang lain, rupanya tetap bersemangat. Mereka berenang sampai dua puluh meter jauh dari perahu. Aku hanya nyebur di samping perahu. Yang menarik, gerombolan ikan kecil bergerak di samping dan di bawah kaki kami. Gemas melihatnya.

snorkeling
Semakin jauh dari perahu

Jembatan Cinta

Menjelang sore, kami balik. Langsung menuju jembatan kayu yang menjadi daya tarik utama Tidung. Harus diakui pemandangan jembatan tersebut memang elok. Eksotis. Seolah lukisan. Bila berada di tengah jembatan, kita seperti, sedang berdiri di tengah laut. Magis sekaligus romantis. (Hehehe lebay).


Ngomong-ngomong soal romantis, ada bagian jembatan tersebut yang dinamakan jembatan cinta. Bentuknya melengkung, jadi bagian tengahnya sangat tinggi. Mungkin setinggi jembatan-jembatan penyeberangan di Jakarta. Di bawah jembatan cinta, kedalaman airnya sekitar lima meter.


Lompat
Uji Nyali di Jembatan Cinta

Kalau mau menguji nyali, silakan lompat dari atas jembatan cinta itu. Tidak semua orang mau. Butuh keberanian khusus. Karena ketinggian jembatan lumayan membuat ngeri. Saya juga lumayan bergidik. Bukan takut menghantam air, tapi takut ketinggian dan rasanya jatuh. Tetapi setelah melihat Bang Coki lompat, dan kemudian Naomi, saya langsung tertantang.


Saya tidak membiarkan diri berpikir macam-macam. Saya tahu, semakin memikirkan ketinggian, bakal semakin ciut nyali. Maka, hopp terjun! Pantat menghantam air lebih dulu. Lumayan sakit tetapi puas. Seoalah-olah baru menaklukan sesuatu yang penting.hahaha.


Sementara, ada seorang gadis remaja yang gemetar di atas jembatan. Dia penasaran ingin terjun, sekaligus gentar. Rasa takut kemudian menaklukannya. Setelah sekitar satu jam, dalam ancang-ancang terjun, dia membatalkan niat. “Belum sah lo ke Tidung kelau belum loncat,” teriak Bang Coki mengejek.


Hopp
Hopp, byaarrr!!! Menghantam air

Aku berjalan menyusuri jembatan sampai ke Tidung Kecil. Air di bawah jembatan dangkal, hanya sekitar setengah meter. Sayang, banyak bagian kayu yang sudah lapuk. Bahkan patah. Jadi harus hati-hati. Jangan sampai salah langkah dan terjerembab ke bawah.


Sebelum matahari tenggelam, kami kembali ke penginapan. Malamnya makan di warung bu Sanah, makan enak (menurut saya Cumi saus padang dan saus tiram, tempe goreng, tahu, telor dan cah kangkung sangat enak) . Sembilan orang hanya Rp 160 ribu. (nyambung ke bawah ye)

One thought on “Seribu Kesan Kepulauan Seribu (2)

  1. kemarin ke pulau tidung versi backpacker… ga ada snorkling versi profesional (sewa kapal, alat lengkap) he he

    kalo soal loncat dari jembatan cinta, ada temanku berani loncat dengan gaya salto😀

    (fotonya terlampir di blogku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s