Suap pun Biadab

Pagi-pagi, saat membuka sebuah situs berita online, membuat saya teringat lagi kasus yang sudah lama saya tidak tulis beritanya. Padahal kasus itu sangat penting. Memahami kasus itu, membuat kita tidak boleh hanya menganggap pembunuhan dan pemerkosaan sebagai perbuatan, keji, brutal atau sadis Praktek suap-menyuap pun harus diberi kategori yang setara. “Biadab!!”

Judul berita online yang menarik yang minat saya itu ialah . “Penyuap Pertamina Didenda di AS, di Jakarta?” .

Beritanya tentang kasus penyuapan yang dilakukan perusahaan energi asal Inggris, Innospec ltd terhadap sejumlah pejabat PT Pertamina dan Dirjen Migas dalam kurun waktu 2000-2005. Memang isue ini belum terlalu besar di media massa. Masih kalah gaungnya dibanding berita soal Century, Anggodo Widjoyo, maupun kisah dongeng Gayus Tambunan pegawai pajak yang memiliki rekening puluhan miliar.

Tetapi sebenarnya, kasus ini tidak kalah menarik. Sebab perbuatan para pejabat Pertamina yang menerima suap, itu telah menumbalkan kesehatan seluruh rakyat Indonesia, terutama anak-anak. Para pelaku pantas dijatuhkan hukuman seberat-beratnya.

Berita itu, menceritakan bahwa proses hukum di AS terhadap para pemberi suap sudah berjalan. Salah satu petinggi Innospec, David Turner terbukti bersalah, dan dikenai sanksi berupa denda. Sebelumnya, pengadilan Southwark di Inggris juga sudah menjatuhkan denda kepada Innospec karena terbukti menyuap pejabat di Indonesia.

Lembaga penegak hukum di luar sudah membuktikan adanya penyuapan. Mereka sudah menghukum orang yang terbukti memberi suap. Tetapi, di Indonesia orang-orang yang diduga menerima (yakni para pejabat itu) belum kena sanksi apa-apa. Setiap kali wartawan bertanya, Komisi Pemberantasan Korupsi yang menangani kasus ini, selalu berkata masih dalam proses pengumpulan data.

Perbuatan oknum pejabat Pertamina dan ESDM yang menerima suap itu sangat amat kejam. Mereka bukan sekadar menerima suap. Melainkan juga mempertaruhkan nasib bangsa. Mereka menempatkan kesehatan jutaan warga bangsa ini dalam bahaya.

Kenapa? Karena suap yang diberikanitu tujuannya agar Indonesia menggunakan bahan tetra ethyl lead (TEL) dalam bensin atau disebut juga bensin bertimbal yang diproduksi Innospec. Padahal bahan TEL dalam bensin ini sungguh berbahaya. Di negara-negara barat sendiri, TEL sudah dilarang karena resikonya yang besar.

Berikut bahaya penggunaan TEL atau bensin bertimbal yang saya himpun dari berbagai sumber.

“Dampak terhadap anak-anak, perkembangan otak terganggu, dan intelejensia (IQ) akan turun. Diperkirakan, sudah lebih dari 1 juta poin IQ anak-anak di Jakarta hilang. Jadi, jumlah timbal sekecil apa pun dalam darah anak sudah mempunyai efek yang sangat berbahaya.
Sementara dampak timbal bagi orang dewasa, dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah serta resiko penyakit jantung. Bahkan kesuburan pada laki-laki bisa menurun.” (www.serayaMotor.com)

“analisis dampak penggunaan bensin bertimbal (leaded gasoline) pada anak kecil, timbal dapat menimbulkan penurunan kemampuan otak,” (www.jevuska.com)

“Ada kecenderungan mereka dapat menjadi mandul, karena sperma di dalam tubuhnya sudah terkontaminasi pencemaran timbal. Sedangkan pada anak-anak, timbal sangat berbahaya karena dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) dan kemampuan belajar. Pada perempuan, pengaruh timbal ditandai dengan mual-mual, mata merah dan pusing-pusing. Sementara pada pria ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan peningkatan tekanan darah tinggi. Timbal merupakan neurotoksin atau racun penyerang saraf yang bersifat akumulatif. Biasanya, Setiap kenaikan kadar timbal dalam darah sebesar 10 ug per dl, dapat menyebabkan penurunan IQ sebesar kurang lebih 2.5 poin” (Pusat Data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia).

Woww!!! lihat dampaknya bensin bertimbal buat anak jadi idiot. Lelaki jadi mandul dan bersiko serangan jantung.

Melihat dampak yang mengerikan itu, maka saya sama sekali tidak merasa risih atau sok suci untuk mengatakan pelakunya (orang-orang yang menerima suap itu) benar-benar biadab. Jutaan orang mereka korbankan untuk kenikmatan pribadi. Sama saja menjual bangsa sendiri. Pengkhianatan yang hanya pantas dibayar dengan hukuman mati. (vd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s