Inception Keren!!

Dua jam lebih duduk di bangku E4, Theater 1, Bioskop XXI Metropole, Cikini, semalam, sama sekali tidak sia-sia. Saya benar-benar puas dan sangat menikmati film Inception yang disutradarai Christopher Nolan itu.

Saking puasnya, saya tidak sabar untuk bercerita kepada orang-orang. Begitu lampu bioskop nyala, saya langsung sms deytri. “Sayang, Inception KEREN BANGET!” Nah sekarang, kalau anda kebetulan mampir di blog ini, saya juga mau meprovokasi anda untuk nonton film ini. Nggak bakal rugi!

Inception bercerita tentang orang-orang yang punya kemampuan mempengaruhi orang lain lewat mimpi. Bahkan mereka, mampu membangun dan mendekorasi suasana dalam mimpi.

Biasanya, orang tidak sadar kalau mereka sedang bermimpi. Nah, tapi di film ini ada orang-orang khusus yang bisa merekayasa mimpi. Salah satunya adalah Dom Cobb yang diperankan Leonardo Di Caprio.

Kemampuan merekayasa dan mempengaruhi orang lewat mimpi ini menjadi lahan pekerjaan buat Cobb dan tim-nya. Mereka dibayar, untuk mencuri informasi-informasi rahasia dengan masuk ke alam mimpi seseorang.

Jasa mereka digunakan oleh perusahaan perusahaan multinasional untuk ngintelin pesaing bisnis lewat mimpi.

Cerita berawal ketika Cobb bersuaha mencuri data rahasia lewat mimpi (extration) dari Saito (Ken Watanabe) seorang bos perusahaan energi. Tetapi aksi tersebut gagal. Sebaliknya, Saito lah yang kemudian menawar Cobb untuk bekerja kepadanya. Cobb bersedia karena diiming-imingi kehidupan normal dan lepas dari status buron (dia dituduh membunuh istrinya).

Namun tugas Cobb kali ini berbeda. Dia tidak diminta melakukan “ekstration” melainkan “inception”. Jika ekstration adalah mengambil atau mencuri rahasia, maka inception adalah menanamkan ide melalui mimpi.

Saito ingin Cobb dan temen-temennya masuk ke alam mimpi Robert Fischer (Cillian Murphy) ahli waris bos perusahaan energi yang menjadi pesaing Saito. Ide yang ditanamkan dalam mimpi Robert adalah bahwa dia tidak boleh memimpin perusahaan seperti ayahnya.Kalau misi Cobb berhasil, maka Saito sebagai pesaing satu-satunya akan diuntungkan.

inception
Saito (Ken Watanabbe) dan Cobb (Leonardo Di Caprio) sedang berdiskusi

Aksi Leo dalam film ini membawa kita benar-benar ke alam mimpi. Menegangkan mulai dari awal sampai akhir. Pada akhirnya, saya yakin Anda akan sependapat dengan saya. Film ini penuh imajainasi. Bukan sekadar imajinasi biasa, tetapi yang liar punya. Saya salut buat siapapun yang menulis skenario atau menyusun ide cerita film ini.

Dia membawa kita asyik bertamasya ke alam mimpi. Memasuki mimpi sampai empat tingkat. Maksudnya mimpi empat tingkat ialah, di dalam mimpi kita tertidur dan kemudian berimimpi lagi. Nah dalam mimpi itu kita bermimpi lagi.hehehe pusing kan??

Boleh saya bilang film ini akan membekas. Tidak akan hilang begitu saja ketika kita keluar dari pintu bioskop.

Perasaan yang sama (terbengong-bengong dan asyik berimijanasi setelah keluar bisokop) pernah saya alami beberapa bulan lalu. Waktu itu saya takjub dengan ide cerita film Shuter Island. Kebetulan pemain film itu Leonardo Di Caprio juga.

Leo berperan sebagai Teddy Daniel, detektif yang menyelidiki pembunuhan di rumah sakit jiwa di sebuah pulau. Tetapi kemudian, dia mendapati dirinya terjebak dalam ketidakwarasan yang sama. Tidak mampu membedakan lagi mana dunia nyata dan dunia yang dihasilkan pikiran gilanya. Penonton film pun bisa dibuat terbengong-bengong untuk membedakan mana dunia realitas si Teddy itu.

Dua film itu ide ceritanya mirip. Bebicara soal realitas. Apa yang kita pikir sebagai realitas, mungkin merupakan mimpi buat orang lain. Bahkan penonton juga dibikin tersesat untuk memahami yang realitas dan bukan.

Namun kalau dilihat dari kompleksitas cerita dan dahsyatnya ide, saya pikir Inception masih setengah tingkat di atas. Inception juga lebih menghibur karena banyak adegan berkelahi dan tembak-tembakannya. Inception merupakan gabungan dahsyat dari kekuatan cerita dan kecanggihan teknologi.

Buat orang yang gak suka ide cerita yang rumit dan kompleks, saya sarankan jangan nonton film-film ini. Sekali lagi karena ide ceritanya memang nggak standar.Bahkan, saya juga merasa kalau Anda sempat-sempatnya ke toilet ketika film sedang berlangsung, maka akan sulit untuk mengikuti filmnya lagi. Sebab, jalan ceritanya sulit ditebak. Dan lagi, sepanjang film terdapat informasi-informasi penting yang kalau dilewatkan akan membuat kita bingung ketika ingin melanjutkan.

Oh iya, mengenai Leonardo Di Caprio, saya merasa dia memang brilian memerankan tokoh psiko yang bingung dengan dunianya. Namun aktingnya di Shuter Island menurut saya lebih baik daripada di Inception.

3 thoughts on “Inception Keren!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s