Orang Baik

Aku “sengaja” memaksanya mengucapkan hal yang sebenarnya tidak ingin kudengar. Berharap itu membangkitkan kebencianku sehingga menghapus total apa yang kurasakan. Menghilangkan jejak-jejak kasmaran.

Seharusnya “berhasil” ketika dengan setengah membentak dia mengatakannya. Tetapi aku tak dapat merasakan apa-apa. Aku tak sanggup membangkitkan kebencian.

Ketika berjalan pulang, aku menertawakan kebodohanku. Aku mengingatnya dan semakin sadar dia istimewa. Dia orang yang baik, itu sebabnya aku tak dapat menaruh dendam. Betapapun ada amarah di matanya tapi semua yang mampu aku ingat tentangnya adalah kebaikan semata.

Kuputuskan untuk berhenti berharap. Mengubur semua sensasi-sensasi yang melonjak tak tentu arah yang kerap membuat lupa diri. Tak ingin lagi membebani dan merepotkannya dengan kegilaanku.

Aku berhenti. Bukan karena kebencian. Tapi karena dia orang yang baik. Sangat baik…

One thought on “Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s