Ampun Dah!!

Si Humto sebentar lagi datang menjemput. Dia ngajak  ke sebuah tempat di Jalan Pondok Indah Jakarta Selatan.
Dia bilang itu melalui telepon. Spontan saya ngomong kenceng "Jelas Gak?". Ups saya baru ngeh, lagi di ruang redaksi Sinar Harapan dan ada dua orang wartawan yang lebih senior saat itu.
Sial! salah teriak gue. Maluuuu banget!!. Nanti disangkanya gue mau ngamplop lagi.
Maklum ungkapan "Jelas Gak?" itu lumayan populer di kalangan wartawan. Kira-kira, maksudnya liputan tertentu ada amplopnya atau tidak.
Anjrot gue takut disangka yang bukan-bukan. Wartawan baru kok udah berani ngejale. wkwkwakwk.
Oh Ya. Finally, Akhirnya gue bikin Blog juga. Setelah selesai deadline, iseng-iseng bikin Blog aja. Barangkali aja seru. Rencana bikin blog sudah ada sejak 2 tahun lalu, tapi sekarang panas demam soal blog makin tinggi. Ya uds lah bikin aja, mumpung ada waktu.
Kapan lagi ada waktu selonggar ini? cuma hari Sabtu. Bahkan kadang hari Sabtu juga gue ada liputan sampai malam. Lumayanlah, sekarang ada waktu santai.
Pekerjaan wartawan lumayan menguras energi. Gue pernah nulis  sampai hidung gue berdarah gara-gara badan panas dan kurang tidur.
Tapi gue memahaminya sebagai proses yang memang harus dilalui. Maklum wartawan baru, harus menyesuaikan diri dengan iklim kerja. Perlu adaptasi sama ritme kerja di koran, terutama koran sore. Kelak gue yakin kok ngikutin presure kerja Koran Sore.
"Jadi wartawan itu, susahnya waktu pertama-tama," kata seorang senior di SH.
Dia benar. Wartawan baru cenderung gak menguasai masalah, nggak punya banyak kenalan. Pendek kata belum lihailah..
Kupikir kerjaan dan tugasku setiap hari sudah banyak. Eh nyatanya anak-anak desk metro lebih ketat lagi waktunya. "Gue belum tidur nich vid, kaki gue lemes banget," Kata Ninuk Cucu Suwanti teman wartawan perempuanku. Ya ampyun ampe segitunya…
Semalem gue, nyokap sama Riko nonton film The Passion Of The Christ yang ditayangin di sebuah stasiun tv (dasar kapitalis media memanfaatkan momen hari raya). Film ini sudah pernah gue tonton sebelumnya. Tapi setiapkali gue nonton, selalu saja masih ada getar kengerian.
Seorang pria  dengan sekujur tubuh tercabik-cabik cambuk. Ngeri banget membayangkan bahwa hal itu memang benar-benar pernah terjadi sekitar 2000 tahun lampau pada seorang pria dari Nazaret.
Doktrin Kristen yang sejak kecil saya dengar mengatakan, Yesus, nama pria itu, didera sedemikian rupa dan mati tergantung di kayu salib demi dosa manusia.
Artinya, dalam setiap cambukan yang merobek kulitnya, setiap kepalan tangan yang mengoyakan pelipisnya, diterimanya sebagai ganti hidup saya.  Ketika darahnya mengucur deras, yang dia pikirkan adalah saya..
Ya ampun, padahal gue inget ama dia aja jarang. Waktu Jumat Agung kemaren, di saat orang kresten sedunia memperingati penderitaan Jesus, gue malah tidur seharian di rumah…ampun dah!

2 thoughts on “Ampun Dah!!

  1. halo nyong Ambon.. selamet ye.. atas Blognye…. wuih yang wartawan capek bener ye…. inget kesehatan wakakakak.. kutnggu cerita-ceritamu lagi bang… GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s